Jumat, 08 Maret 2013

Rumus-Rumus Fisika Lengkap/Teori kinetik gas

Mol dan massa molekul

1 mol= 6,022 x 1023 molekul
6,022 x 1023 juga disebut dengan bilangan avogadro (NA).
Massa sebuah atom/molekul:  m_{0} = \frac {M} {N_{A}}
Hubungan antara massa dengan mol:  m= n \times M atau  n= \frac {m} {M}
Keterangan:
  • n: jumlah mol
  • M: Massa relatif atom/molekul
  • m: massa zat (kg)

Persamaan keadaan gas ideal

Hukum Boyle

Tekanan gas akan berbanding terbalik dengan volumenya pada ruangan tertutup.
 p_{1} \times V_{1} = p_{2} \times V_{2}

Hukum Charles Gay-Lussac

Volume benda akan berbanding lurus dengan suhu mutlaknya pada ruangan tertutup.
 \frac {V_{1}} {T_{1}} = \frac {V_{2}} {T_{2}}
Dari kedua hukum diatas, maka:
 \frac {p_{1}\times V_{1}} {T_{1}} = \frac {p_{2}\times V_{2} } {T_{2}} atau disebut dengan Hukum Boyle-Gay Lussac.

Persamaan gas ideal

 p \times V = n \times R \times T
Keterangan:
  • p: tekanan
  • v: volume ruang
  • n: jumlah mol gas
  • R: tetapan umum gas
  • T: suhu (Kelvin)
Perhatikan satuan:
  • R= 8314 J/kmol K apabila tekanan dalam Pa atau N/m2, volume dalam m3, dan jumlah mol dalam kmol
  • R= 0,082 L atm/mol K apabila tekanan dalam atm, volume dalam liter, dan jumlah mol dalam mol

Turunan dari persamaan gas ideal

Karena  n= \frac {m} {M} maka dapat dituliskan:
 p \times V = n \times R \times T \Leftrightarrow p \times V = \frac {m} {M} \times R \times T
 \rho = \frac {m}{V} = \frac {p\times M} {R \times T}

Karena  n = \frac {N} {N_{A}} , maka akan didapat persamaan:
 p \times V = \frac {N} {N_{A}} \times R \times T (dari rumus P V = n R T)
 p \times V = N \times \frac {R} {N_{A}} \times T
 \frac {R} {N_{A}} = k , maka:
 p \times V = N \times k \times T
k disebut dengan tetapan Boltzmann, yang nilainya adalah:
 k = \frac {R} {N_{A}} = \frac {8314 J/kmol K} {6,022 \times 10^{23} partikel} = 1,38 \times 10^{-23} J/K

Rumus-Rumus Fisika Lengkap/Relativitas

Subbagian ini akan menjelaskan tentang rumus-rumus yang digunakan pada teori relativitas khusus.

Kecepatan A menurut B: v_{AB} = \frac {v_{AO} + v_{OB}}{1+ \frac {v_{AO} \times v_{OB}}{c^2}}
Dengan titik O adalah sebuah acuan yang berada diantara A dan B.
Keterangan:
  • VAB: Kecepatan benda A relatif terhadap kecepatan benda B.
  • VAO: Kecepatan benda A relatif terhadap acuan O.
  • VOB: Kecepatan benda B relatif terhadap acuan O.
  • c: kecepatan cahaya (3 x 108 m/s2)
Ada besaran \gamma yang gunanya untuk menghitung dilatasi waktu, panjang, dan massa.
\gamma = \frac {1} {\sqrt {1- \frac {v^2}{c^2}}}
Dilatasi panjang:
 L = \frac {L_0} {\gamma}
Keterangan:
  • L0: Panjang awal benda.
Dilatasi waktu:
 t = t_0 \times {\gamma}
Keterangan:
  • t0: waktu dalam acuan pengamat yang diam.
  • t: waktu dalam acuan pengamat yang bergerak.
Dilatasi massa:
 m = m_0 \times \gamma
Energi kinetik relativistik:
 E_k = (\gamma - 1) \times E_0 = (\gamma - 1) \times m_0 c^2

Rumus-Rumus Fisika Lengkap/Usaha dan energi

Kerja oleh gaya konstan

 W= F \times s
Keterangan:
  • W: kerja yang dilakukan oleh gaya terhadap benda (J)
  • F: gaya yang dikerjakan pada benda (N)
  • s: jarak yang ditempuh benda selama bergerak (meter)
Jika gaya konstan yang bekerja tidak searah dengan arah gerak benda, maka besarnya kerja yang dilakukan pada benda adalah:
 W= (F \cos \alpha) \times s

Jika  \alpha=90 ^\circ, maka nilai  F \cos \alpha akan bernilai nol, sehingga tidak ada kerja yang dilakukan selama gerakan.

Rumus-Rumus Fisika Lengkap/Induksi elektromagnet

Toroida

Kuat medan magnet di sumbu toroida: 
B = \frac{\mu_0 i N}{2 \pi a}
dengan:
  • i: kuat arus yang mengalir (Ampere)
  • a: jari-jari efektif (meter)
  • N: jumlah lilitan
  • \mu_0: permitivitas vakum = 4\pi * 10^{-7} Wb/(A·m)

Contoh soal

  1. Toroida dengan jari-jari efektif 5cm terdiri dari 750 lilitan. Berapakah arus yang mengalir dalam lilitan agar B=1,8 * 10^{-3} \mbox{T}?
    Diketahui:
    a = 5 \mbox{cm} = 5 * 10^{-2} \mbox{m}
    N = 750
    B = 1,8 * 10^{-3} \mbox{T}
    Ditanya:
    i = ?
    Jawab:
    B = \frac{\mu_0 i N}{2 \pi a}
    1,8 * 10^{-3} = \frac{\mu_0 * i * 750}{2 * \pi * 5 * 10^{-2}}
    i = 0,6 \mbox{A}

Rumus-Rumus Fisika Lengkap/Impuls dan momentum

Momentum

 p = m \times v
 \vartriangle p = m \vartriangle v  = mv_{1} - mv_{0}
Keterangan:
  • p = momentum (kg m/s)
  • m = massa benda (kg)
  • v = kecepatan benda (m/s)

Impuls

Impuls merupakan perubahan momentum.
 I = \vartriangle p = F \vartriangle t = \int F dt
Keterangan:
  • I = impuls
  •  \vartriangle p = perubahan momentum (kg m/s)
  •  \vartriangle t = perubahan selang waktu (s)
  • F = gaya (Newton)

Rumus-Rumus Fisika Lengkap/Alat optik

Lup (Kaca Pembesar)

Pembesaran bayangan saat mata berakomodasi maksimum

\!M=\frac{Sn}{f}+1
Dengan ketentuan:
  • \!M = Pembesaran
  • \!Sn = Titik dekat (cm)
  • \!f = Fokus lup (cm)

Pembesaran bayangan saat mata tidak berakomodasi

\!M=\frac{Sn}{f}
Dengan ketentuan:
  • \!M = Pembesaran
  • \!Sn = Titik dekat (cm)
  • \!f = Fokus lup (cm)

Mikroskop

Proses pembentukan bayangan pada mikroskop
Pembesaran mikroskop adalah hasil kali pembesaran lensa objektif dan pembesaran lensa okuler, sehingga dirumuskan:
M_{mik}=M_{ob}\times M_{ok}

Karena lensa okuler mikroskop berfungsi seperti lup, pembesaran mikroskop dirumuskan sebagai berikut:

Pembesaran Mikroskop pada saat mata berakomodasi maksimum

M_{mik}=M_{ob}\times M_{ok}=(\frac{S'_{ob}}{S_{ob}})\times(\frac{Sn}{f_{ok}}+1)
Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:
d=S'_{ob}+S_{ok}=S'_{ob}+\frac{Sn\times f_{ok}}{Sn+f_{ok}}
Dengan ketentuan:
  • \!M_{mik} = Pembesaran mikroskop
  • \!M_{ob} = Pembesaran oleh lensa objektif
  • \!M_{ok} = Pembesaran oleh lensa okuler (seperti perbesaran pada lup)
  • \!Sn = Titik dekat mata
  • \!f_{ok} = Jarak fokus lensa okuler
  • \!S'_{ob} = jarak bayangan oleh lensa objektif
  • \!S_{ob} = jarak benda di depan lensa objektif
  • \!d = jarak lensa objektif dan lensa okuler

Pembesaran Mikroskop pada saat mata tidak berakomodasi

M_{mik}=M_{ob}\times \frac{Sn}{f_{ok}}=\frac{S'_{ob}}{S_{ob}}\times \frac{Sn}{f_{ok}}
Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:
d=S'_{ob}+f_{ok}\,\!
Dengan ketentuan:
  • \!M_{mik} = Pembesaran mikroskop
  • \!M_{ob} = Pembesaran oleh lensa objektif
  • \!Sn = Titik dekat mata
  • \!f_{ok} = Jarak fokus lensa okuler
  • \!S'_{ob} = jarak bayangan oleh lensa objektif
  • \!S_{ob} = jarak benda di depan lensa objektif
  • \!d = jarak lensa objektif dan lensa okuler

Teropong Bintang

Pembesaran Teropong Bintang pada saat mata tidak berakomodasi

M=\frac{f_{ob}}{f_{ok}}
Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:
d=f_{ob}+f_{ok}\,\!
Dengan ketentuan:
  • \!d = Jarak lensa objektif dan lensa okuler
  • \!M = Pembesaran teropong bintang
  • \!f_{ob} = Jarak fokus lensa objektif
  • \!f_{ok} = Jarak fokus lensa okuler

Pembesaran Teropong Bintang pada saat mata berakomodasi maksimum

M=\frac{f_{ob}}{S_{ok}}
Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:
d=f_{ob}+s_{ok}\,\!

Dengan ketentuan:
  • \!M = Pembesaran teropong bintang
  • \!f_{ob} = Jarak fokus lensa objektif
  • \!s_{ok} = jarak benda di depan lensa okuler

Teropong Bumi

Pembesaran Teropong Bumi

Jarak lensa objektif dan lensa okuler

d=f_{ob}+4f_p+f_{ok}\,\!
Dengan ketentuan:
  • \!d = Jarak lensa objektif dan lensa okuler
  • \!f_{ob} = Jarak fokus lensa objektif
  • \!f_p = Jarak fokus lensa pembalik
  • \!f_{ok} = Jarak fokus lensa okuler